- Back to Home »
- Gunadarma , Softskill »
- Penghargaan dan Hukuman dalam Organisasi Perusahaan
Posted by : Unknown
Tuesday, November 25, 2014
1.
MENJELASKAN BEBERAPA JENIS PENGHARGAAN DAN HUKUMAN
PENGHARGAAN ADALAH
Bentuk
Apresiasi seseorang atas USAHA Seseorang,
Contohnya
dalam perusahaan,
USAHA untuk
mendapatkan tenaga kerja yang profesional sesuai dengan tuntutan jabatan
diperlukan suatu pembinaan yang berkesinambungan, yaitu suatu usaha kegiatan
perencanaan, pengorganisasian, penggunaan,dan pemeliharaan tenaga kerja agar
mampu melaksanakan tugas dengan efektif dan efisien.
Sebagai
langkah nyata dalam hasil pembinaan maka diadakan pemberian penghargaan pegawai
yang telah menunjukkan prestasi kerja yang baik. Adapun pengertian dari
penghargaan dalam perusahaan kerap dalam bentuk pemberian berupa piagam dan
sejumlah uang dari perusahaan pegawai yang mempunyai prestasi. Ada juga
perusahaan yang memberikan penghargaan kepada pegawai karena masa kerja dan
pengabdiannya dapat dijadikan teladan bagi pegawai lainnya. Pemberian
penghargaan karena masa kerja pegawai bertujuan untuk memotivasi gairah dan
loyalitas perusahaan.
Pemberian
penghargaan tersebut merupakan upaya perusahaan dalam memberikan balas jasa
atas hasil kerja pegawai,sehingga dapat mendorong pegawai bekerja lebih giat
dan berpotensi. Pegawai memerlukan suatu penghargaan pada saat hasil kerjanya
telah memenuhi atau bahkan melebihi standar yang telah ditentukan oleh
perusahaan. Penghargaan ini dapat berupa pujian. Tidak hanya kalau pegawai
melakukan kesalahan memperoleh makian dari pimpinan. Pegawai bekerja mempunyai
tujuan,antara lain untuk memperoleh penghasilan agar kebutuhan dan keinginannya
dapat direalisasikan.
Misalkan
saja setelah 20 tahun bekerja, kemudian mendapatkan hadiah pin emas dari
perusahaan. Dari beberapa jenis penghargaan di atas, terang Yodhia, semua baik.
Kecuali penghargaan yang terkait dengan masa kerja.Dia menambahkan penghargaan
tidak selalu terkait dengan masa kerja. Penghargaan seperti itu dianggap kurang
afdol karena cenderung tidak mampu memotivasi pegawai. Menurut dia, hadiah atau
penghargaan layak diberikan karena dapat memotivasi pegawai untuk memberikan
prestasi atau kinerja yang lebih bagus.Ini juga akan menimbulkan rasa bangga
bagi pegawai. ”Sehingga memacu mereka untuk lebih produktif dalam bekerja,”
ucapnya.
Penghargaan
bisa bermacammacam, ada dalam bentuk bonus, promosi, penambahan tanggung jawab
yang bagi beberapa pegawai bisa menjadi beban namun bagi beberapa pegawai
lainnya dapat menjadi poin penghargaan bagi dirinya. Tapi yang pasti perusahaan
harus memberikan nilai lebih. ”Kadang kala tidak seluruhnya mengenai uang,”
tuturnya.
Bentuk penghargaan yang paling baik adalah membuat pegawai mengetahui kalau dirinya dihargai oleh perusahaan,bukan hanya oleh sekelompok kecil orang. Beberapa perusahaan kadang kala menempatkan foto pegawai yang paling berprestasi di area pabrik untuk menegaskan bahwa pegawai tersebut dapat menjadi panutan bagi yang lain.
Bentuk penghargaan yang paling baik adalah membuat pegawai mengetahui kalau dirinya dihargai oleh perusahaan,bukan hanya oleh sekelompok kecil orang. Beberapa perusahaan kadang kala menempatkan foto pegawai yang paling berprestasi di area pabrik untuk menegaskan bahwa pegawai tersebut dapat menjadi panutan bagi yang lain.
SUMBER
:
PENGERTIAN HUKUMAN
HUKUMAN
adalah SANKSI kepada seseorang yang memiliki KESALAHAN,
Hukuman
ini berarti untuk Meningkatkan KEDISIPLINAN seseorang.
Hukuman
adalah vonis dari pengadilan terhadap seseorang yang terbukti bersalah (Purwadarminta,
kamus umum bahasa Indonesia:1991). Pembentukan disiplin diri merupakan suatu
proses yang harus dimulai sejak masa kanak-kanak. Oleh karena itu pendidikan
disiplin pertama-tama sudah dimulai dari keluarga (orang tua). Dalam kehidupan
masyarakat secara umum, metode yang paling sering digunakan untuk
mendisiplinkan warganya adalah dengan pemberian hukuman.
Hal yang
sama dilakukan juga oleh sebagian besar orang tua ataupun guru dalam mendidik
anak-anak atau muridnya. Kerugiannya adalah disiplin yang tercipta merupakan
disiplin jangka pendek, artinya anak hanya menurutinya sebagai tuntutan sesaat,
sehingga seringkali tidak tercipta disiplin diri pada mereka. Hal tersebut
disebabkan karena dengan hukuman anak lebih banyak mengingat hal-hal negatif yang
tidak boleh dilakukan, daripada hal-hal positif yang seharusnya dilakukan.
Dampak
lain dari penggunaan hukuman adalah perasaan tidak nyaman pada anak karena
harus menanggung hukuman yang diberikan orang tuanya jika ia melanggar batasan
yang ditetapkan. Tidak mengherankan jika banyak anak memiliki persepsi bahwa
disiplin itu adalah identik dengan penderitaan. Persepsi tersebut bukan hanya
terjadi pada anak-anak tetapi juga seringkali dialami oleh orang tua mereka.
Akibatnya tidak sedikit orang tua membiarkan anak-anak “bahagia” tanpa
disiplin. Tentu saja hal ini merupakan suatu kekeliruan besar, karena di
masa-masa perkembangan berikutnya maka individu tersebut akan mengalami
berbagai masalah dan kebingungan karena tidak mengenal aturan bagi dirinya sendiri.
Disiplin
adalah proses pelatihan pikiran dan karakter, yang meningkatkan kemampuan untuk
mengendalikan diri sendiri, dan menumbuhkan ketaatan atau kepatuhan terhadap
tata tertib atau nilai tertentu (Andrias Harefa, menjadi manusia pembelajar).
Disiplin di sini dimaksudkan cara kita mengajarkan kepada anak tentang perilaku
moral yang dapat diterima kelompok. Tujuan utamanya adalah memberitahu dan
menanamkan pengertian dalam diri anak tentang perilaku mana yang baik dan mana
yang buruk, dan untuk mendorongnya memiliki perilaku yang sesuai dengan standar
ini. Dalam disiplin, ada tiga unsur yang penting, yaitu hukum atau peraturan
yang berfungsi sebagai pedoman penilaian, sanksi atau hukuman bagi pelanggaran
peraturan itu, dan hadiah untuk perilaku atau usaha yang baik (Dr. Martin
Leman, disiplin anak:2000).
SUMBER :http://www.the-az.com/makalah-pengaruh-penerapan-hukuman-terhadap-kemandirian-siswa-dalam-belajar/
2.
PENTINGNYA
PENGHARGAAN DAN HUKUMAN DALAM ORGANISASI
Penghargaan adalah sebuah bentuk apresiasi kepada suatu prestasi
tertentu yang diberikan baik oleh perorangan ataupun suatu lembaga. Penghargaan
biasanya diberikan dalam bentuk medali, piala, gelar, sertifikat, plaket atau
pita. Suatu penghargaan kadang-kadang disertai dengan pemberian hadiah berupa
uang seperti hadiah nobel untuk kontribusi terhadap masyarakat, dan hadiah
pulitzer untuk penghargaan bidang literatur. Dalam organisasi ada istilah
insentif,Insentif adalah suatu penghargaan dalam bentuk material atau non
material yang diberikan oleh pihak pimpinan organisasi perusahaan kepada
karyawan agar mereka bekerja dengan motivasi yang tinggi dan berprestasi dalam
mencapai tujuan-tujuan perusahaan atau organisasi.
Hukuman
adalah suatu konsekuensi yang tidak menyenangkan terhadap suatu respons
perilaku tertentu dengan tujuan untuk memperlemah perilaku tersebut dan
mengurangi frekuensi perilaku yang berikutnya.
Ada tiga
fungsi penting dari hukuman yang berperan besar bagi pembentukan tingkah laku
yang diharapkan:
- Membatasi perilaku. Hukuman menghalangi terjadinya pengulangan tingkah laku yang tidak diharapkan.
- Bersifat mendidik.
- Memperkuat motivasi untuk menghindarkan diri dari tingkah laku yang tidak diharapkan
Pada
suatu organisasi sangat diperlukan aturan dan hukum serta penghargaan dimana
penghargaan dalam suatu organisasi itu penting karena kita memang
menghargai mereka yang sudah berupaya mengubah cara kerja mereka. Penghargaan
juga memperlihatkan bahwa kita menganggap penting budaya tersebut. Pesan-pesan
pentingnya sebuah budaya harus kita sampaikan terus menerus. Pesan dengan
menyampaikan di dalam pertemuan atau setiap pagi sebelum memulai kegiatan
memang efektif tetapi lebih efektif jika kita memberikan pesan secara tidak
langsung. Penghargaan juga akan memicu orang-orang untuk melakukan yang
terbaik. Sebaiknya penghargaan bukan untuk mereka yang paling di dalam
bidangnya melainkan berikan target dan berikan penghargaan buat mereka yang
melampui target yang ada. Penghargaan juga berfungsi untuk memperlihatkan bahwa
kita sebagai atasan menghargai kinerja mereka yang sesuai dengan aturan yang
berlaku. sedangkan aturan dan hukum berfungsi sebagai suatu alat
pengendali agar suatu kinerja dalam suatu organisasi tersebut dapat berjalan
dengan baik. jika suatu organisasi aturan dan hukum tidak diterapkan maka suatu
organisasi tersebut tidak akan berjalan dengan baik dan akan menimbulkan
konflik kepentingan baik antar individu ataupun antar organisasi. Untuk
mengefektifkan peraturan tersebut butuh kesadaran untuk mematuhi peraturan yang
sudah diterapkan dalam sebuah organisasi tersebut, maka dibuatlah hukum aga
kita mematuhi hukum tersebut. Hukum tersebut juga berlaku dalam bersosialisasi
contohnya dalam berorganisasi. Pentingnya hukum dalam organisasi agar pelaku
dalam organisasi tersebut untuk merubah perilaku pegawai, yaitu dengan
mempertimbangkan: Waktu, Intensitas, Jadwal, Klarifikasi, dan Impersonalitas
(tidak bersifat pribadi).
Sumber :
3.
IMPLIKASI
HUKUMAN DAN PENGHARGAAN PADA PERUSAHAAN
Implikasi hukuman
dan penghargaan pada perusahaan yaitu Dalam lingkungan perusahaan aturan yang
berlaku pada setiap elemen yang berada dalam suatu perusahaan atau organisasi
memiliki tanggung jawab yang sama atas tugasnya masing-masing. Seperti halnya
pegawai dan manajer, pegawai bertanggung jawab atas tugasnya sebagai oprasional
dalam suatu perusahaan. Dan manajer bertanggung jawab sebagai pengendali
operasional, dengan tingkat propesional tertentu yang telah memiliki tugasnya
masing-masing, tanpa harus mencampuri tugas dari pegawai sebagai operasional.
Dengan hal itu
berdirinya suatu perusahaan tidak lepas dari pemikiran para pendiri perusahaan
yang telah mengetahui kekurangan dan kelebihan perusahaannya, pemimpin
perusahaan harus bisa memanage pegawainya dengan aturan yang diberlakukan.
Karenanya pemimpin perusahaan harus memiliki konsep untuk memberikan
penghargaan maupun hukuman kepada anggotanya. Dimana penghargaan tersebut
dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada pegawainya dengan sama rata, dan
hukuman diberikan dengan maksud untuk memberikan perhatian kepada pegawainya
agar bekerja secara aktif dan profesional.
Namun pada
prakteknya, para pemimpin perusahaan tidak terlalu mengertikan pegawainya bekerja
sesuai waktu dan komposisinya. Kasus seperti inilah yang sekarang sering
terjadi dalam lingkungan perusahaan, yang membuat anggota perusahaan tersebut
mengambil resiko keluar dari aturan perusahaan tanpa memikirkan hukuman yang
akan menimpanya.
Referensi :
- · Davis, Keith dan John W. Newstrom. 2003. Perilaku dalam Organisasi : Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
- · Donnelly. Gibson and Ivancevich.1990. Organisasi (Perilaku, Struktur, Proses) Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
- · Kinicky, Angelo dan Robert Kreitner. 2005. Perilaku Organisasi: buku 2. Jakarta: Salemba Empat.
- · http://id.scribd.com/doc/84124932/Pengertian-Organisasi-Perusahaan
- · http://ahmadcirebon.blogspot.com/2011/11/penghargaan-reward-dan-hukuman.html
- · http://evulee.wordpress.com/2011/01/09/pentingnya-tentang-hukuman-dan-penghargaan-dalam-organisasi/